Guta Saputra Guta Saputra, July 13th, 2016

Mungkin sudah menjadi tradisi, di setiap penghujung akhir bulan desember banyak orang yang bersiap berpesta untuk merayakan pergantian tahun. Pesta besar yang menghabiskan biaya yang tidak sedikit itu dijadikan perwujudan suka cita karna telah ‘berhasil’ melalui satu tahun kalender masehi dan bersiap untuk menyambut tahun baru yang akan datang. Seolah terlarut dalam meriah nya gemerlap pesta tahun baru, banyak orang yang lupa untuk merenung. Apakah yang sudah di capai di tahun ini, target apa saja yang belum tercapai di tahun kemarin, dan apa yang akan hendak di capai di tahun berikutnya. Jelas bahwa ketiga hal tersebut secara esensi memiliki nilai yang jauh lebih berarti dibandingkan dengan ikut merayakan pesta tahun baru, namun entah mengapa masih banyak yang melupakan nya, atau yang lebih parah lagi, banyak yang tidak peduli dengan hal tersebut.

Lanjutkan membaca artikel ini…

Guta Saputra Guta Saputra, July 11th, 2016

Memiliki sebuah pekerjaan, dan bekerja sesuai dengan passion, minat serta bakat yang kita miliki merupakan dua hal yang berbeda. Meski terlihat sama bagi beberapa orang, namun keduanya memiliki makna, hasil, kualitas, dan tujuan yang berbeda. Bagi orang yang “hanya” memiliki pekerjaan, tujuan mereka dalam bekerja mungkin hanya untuk mendapatkan uang, atau memiliki karir yang cemerlang di dunia pekerjaan, atau bekerja di sebuah perusahaan yang bonafit. Seolah-olah hanya dengan mendapatkan gaji dengan nominal yang cukup besar, dan kenaikan jabatan sudah cukup untuk memuaskan dahaga mereka di dalam dunia kerja. Namun bagi orang yang bekerja sesuai dengan passion, mereka seperti tidak peduli dengan uang atau jabatan. Pekerjaan adalah sesuatu yang mereka lakukan dengan senang hati, dan mereka melakukan pekerjaan itu dengan sungguh-sungguh.

Lanjutkan membaca artikel ini…

oki kurnia sugirato oki kurnia sugirato, March 22nd, 2016

Self talk, atau berbicara kepada diri kita sendiri mungkin masih menjadi hal yang tabu untuk di perbincangkan di masyarakat kita dewasa ini. Apalagi jika kita harus memberi tahu orang lain tentang self afirmation apa yang kita sering ucapkan setiap hari nya, entah karena takut dibilang memiliki penyakit kejiwaan karena berbicara dengan diri sendiri, atau entah apa lah sehingga menyebabkan hal tersebut menjadi tabu untuk di perbincangkan, namun satu hal yang pasti adala bahwa self talk itu sangat berpengaruh pada tingkat kesuksesan yang kita raih dalam hidup ini.

Lanjutkan membaca artikel ini…

Ega C Raymandha Ega C Raymandha, December 11th, 2015

woman-working-on-finances-at-home

Bagi sebagian orang bekerja di rumah mungkin akan terdengar seperti pekerjaan impian. Anda bisa mengatur waktu sesuka Anda, bekerja menurut timeline rancangan Anda sendiri dan tentunya bekerja sesuai cara Anda sendiri.

Namun faktanya justru bekerja di rumah lebih memiliki tantangan yang spesial. Penting untuk Anda perhatikan, jika Anda mau bekerja dari rumah, Anda harus memiliki niat untuk mampu bekerja dengan disiplin. Anda harus dapat mengabaikan segala bentuk distraksi yang datang karena lingkungan rumah sangat jauh berbeda dengan lingkungan kantor/perusahaan yang sudah memiliki aturan-aturan. Tanpa disiplin yang kuat, pekerjaan Anda bisa jadi terbengkalai dan membuat Anda jauh dari target yang sudah Anda rancang.

Jika Anda memutuskan untuk bekerja di rumah, Anda harus memperhatikan 8 (delapan) tips berikut

Lanjutkan membaca artikel ini…

Ega C Raymandha Ega C Raymandha, December 8th, 2015

5 karakter

Manusia tercipta dengan memiliki berbagai karakter dalam dirinya. Ada yang baik, ramah, galak, jutek, egois, individualistic, introvert, ekstrovert dan sebagainya karena memang sudah dasarnya manusia sebagai makhluk yang bersifat majemuk memiliki sifat yang berbeda-beda.

Tak terkecuali didalam dunia kerja, mulai dari level teratas (pimpinan) sampai karyawan level paling bawah pasti memiliki karakter yang berbeda. Terkadang perbedaan karakter ini seringkali menjadi persoalan atau hambatan baik dalam berkomunikasi dan bersosialisasi sesama rekan kerja, bekerja sama untuk menyelesaikan suatu pekerjaan, atau ketika menyatakan pendapat dan ide didalam suatu forum baik kepada sesama rekan kerja atau kepada atasan.

Anda tidak dapat mengubah kepribadian seseorang begitu saja. Agar hal seperti ini tidak mengganggu pikiran Anda, lakukan pendekatan dengan mengubah mindset dari “Bagaimana caranya mengubah mereka?” menjadi “Bagaimana aku bisa merubah diri sendiri agar bisa bekerjasama lebih baik lagi dengan mereka?”

Berikut adalah 5 karakter rekan kerja menurut Eva Rykrsmith dan tips menghadapinya

Lanjutkan membaca artikel ini…

adi zawawi adi zawawi, November 27th, 2015

job_promotion

 

Siapa yang tidak senang mendapatkan promosi jabatan ditempat kerjanya. Ketika Anda mendengar kata promosi yang terbayang seketika adalah karir yang semakin cemerlang, gaji lebih tinggi dan tentunya posisi yang lebih baik atau jika beruntung Anda akan mendapatkan fasillitas ekstra dari perusahaan seperti kendaraan atau rumah dinas misalnya. Namun disisi lain Anda tidak bisa hanya memikirkan hak Anda saja tapi pikirkan juga kewajiban seperti apa yang harus Anda penuhi, tanggung jawab yang akan dijalankan, apa saja job description Anda, serta hal-hal lainnya. Apa yang Anda dapatkan haruslah sepadan dengan tanggung jawab yang diemban.

Untuk itu sebelum memutuskan untuk menerima tawaran promosi jabatan, ada baiknya Anda mempertimbangkan dan tanyakan hal-hal berikut pada diri Anda sendiri

Lanjutkan membaca artikel ini…

Ega C Raymandha Ega C Raymandha, November 19th, 2015

tipe tipe bos

Jika Anda seorang karyawan sudah tentu anda memiliki atasan di tempat kerja Anda. Jika Anda hanya baru bekerja di satu tempat atau disatu perusahaan mungkin Anda baru menemukan atasan dengan satu tipe karakter saja. Namun bagi Anda yang sudah pernah bekerja lebih dari satu tempat atau perusahaan, sudah tentu Anda pernah memiliki atasan dengan berbagai macam karakter.

Berbeda orang, berbeda pula karakternya. Jika disuatu tempat Anda bisa memiliki atasan yang memiliki karakter yang baik, misalnya baik cara bicaranya, fair dalam menilai, bisa membuat suasana santai namun tugas-tugas tetap dapat terselesaikan, bisa jadi ketika Anda pindah tempat kerja atau atasan Anda diganti dengan orang baru, Anda akan menemui seseorang yang memiliki karakter yang berbeda, misalnya atasan yang membuat suasana tegang, suka membentak, serta jika melakukan kesalahan tidak mau mengakuinya bahkan menyalahkan anak buahnya. Anda familiar dengan keadaan ini?

Ada kalanya kepribadian dan karakter pimpinan tidak sama dengan karakter dan cara kerja kita. Jangan langsung menyerah dengan keadaan dan segera berniat pindah kerja tapi kenalilah tipe karakter dan kepribadian atasan Anda dan jadilah bawahan yang inisiatif, penuh ide, cerdas, dan mampu membawa suasana. Bagaimanapun juga atasan tetaplah atasan.

Berikut adalah cara cerdas untuk menyiasati berbagai tipe karakter atasan menurut buku Heart at Work karangan Jack Canfield dan Jacqueline Miller

Lanjutkan membaca artikel ini…

Ega C Raymandha Ega C Raymandha, November 13th, 2015

User_story_image_10.3

Persaingan dalam dunia kerja adalah hal yang wajar. Dalam lingkungan kerja jika seseorang ingin mencapai akselerasi dalam karirnya sudah pasti ada persaingan didalamnya, karena untuk menduduki jabatan tertentu perusahaan akan memiliki beberapa kandidat. Tentunya hanya kandidat terbaik yang akan dipilih oleh perusahaan.

Jika persaingan tersebut sehat, tentu tidak menjadi soal. Namun permasalahannya adalah tidak selamanya persaingan yang kita hadapi di dunia kerja selalu menyenangkan. Meskipun kita termasuk orang yang pandai bergaul, terkadang persaingan menyebabkan ketegangan di tempat kerja. Tidak jarang adanya tensi tersebut dapat mengganggu dan mempengaruhi alur kinerja Anda.

Kalau Anda tidak dapat mengontrol diri Anda, justru akan membuat Anda tidak fokus dalam bekerja, tidak nyaman, membuat beban pikiran yang malah membuat performa Anda turun.

Lalu bagaimanakah tips menghadapi persaingan ditempat kerja tanpa merusak hubungan sesama rekan kerja?

Berikut adalah cara-caranya.

Lanjutkan membaca artikel ini…

Ega C Raymandha Ega C Raymandha, November 5th, 2015

Find-Jobs1

Kemajuan teknologi dewasa ini memang membawa banyak kemudahan dalam berbagai lini, salah satunya diterakan pada sistem perekrutan karyawan dalam suatu perusahaan. Pada era digital saat ini sudah banyak perusahaan yang beralih dari sistem konvensional ke media online untuk proses perekrutan karyawannya. Dalam artikel Digital Recruitment telah dijelaskan bahwa sistem konvensional yang dimaksud adalah pelamar akan langsung datang atau mengirimkan surat lamaran beserta CV ke HRD perusahaan yang dituju, kemudian perusahaan melakukan seleksi berkas, lalu selanjutnya kandidat terpilih akan dihubungi oleh pihak perusahan, kemudian interview, psikotest, sampai akhirnya si pelamar direkrut oleh perusahaan tersebut apabila ia memenuhi kriteria yang dibutuhkan. Metode ini tentunya sangat menguras waktu dan tenaga, bagaimana tidak, bayangkan saja jika dalam sehari ada 100 (seratus) surat lamaran yang diterima dan tim rekrutmen harus menyeleksi berkas satu persatu kemudian setelah itu menghubungi kandidat tersebut dan seterusnya.

Sistem perekrutan secara online atau Online Recruitment System banyak diminati karena dapat memfasilitasi para pencari kerja dan perusahaan untuk berinteraksi atau berkomunikasi tanpa terkendala jarak, waktu, dan biaya, tentunya selama ada koneksi internet.

Tren melamar pekerjaan melalui media online di Indonesia saat ini menunjukkan perkembangan yang signifikan dari waktu ke waktu. Hal ini antara lain karena perusahaan melihat keinginan dari pelamar untuk mendapatkan respons dengan cepat mengenai hasil seleksi mereka.

Berikut adalah kelebihan menggunakan sistem rekrutmen online baik dari sisi pencari kerja (job seekers) maupun perusahaan perekrut.

Lanjutkan membaca artikel ini…

Ega C Raymandha Ega C Raymandha, October 28th, 2015

 

sumber gambar : www.archiexpo.com

Dalam upaya mencapai efisiensi dan kinerja sumber daya manusia yang optimal dalam suatu perusahaan faktor kehadiran (absensi) karyawan merupakan hal yang sangat penting, karena berhubungan dengan produksi, prestasi kerja, penggajian, jenjang karir, dan sebagainya.

Apabila suatu perusahaan tidak dapat mengelola data kehadiran karyawan dengan baik, hal ini akan berpengaruh pada menurunnya tingkat produktifitas perusahaan tersebut. Jika perusahaan masih menggunakan sistem konvensional dalam mengelola absensi karyawannya, hal ini akan mengakibatkan kerugian perusahaan secara langsung maupun tidak langsung serta tidak menutup kemungkinan banyak terjadi ketidak-akuratan data karena adanya celah manipulasi yang dapat terjadi, misalnya fenomena titip absen atau titip kartu magnetic, penyalinan data dari kartu absen ke komputer yang masih manual sehingga memungkinkan adanya manipulasi data dan memerlukan banyak waktu dalam proses pengerjaannya, serta banyak kelemahan-kelemahan lainnya.

Untuk meminimalisir hal tersebut maka dikembangkanlah teknologi biometrik yang memiliki keunggulan sifat tidak dapat dihilangkan, dilupakan atau dipindahkan dari satu orang ke orang lain, juga sulit ditiru atau dipalsukan. Teknologi ini yang kini diterapkan dalam aplikasi absensi. Biasanya dalam implementasinya aplikasi ini menggunakan alat pemindai sidik jari (fingerprint scanner) dan attendance software.

Untuk perusahaan skala menengah keatas disarankan menggunakan aplikasi absensi untuk mengelola data kehadiran karyawannya. Mengapa?

Berikut ini adalah 7 (tujuh) kelebihan menggunakan aplikasi absensi:

Lanjutkan membaca artikel ini…